Selamat!
Ego dan gengsi telah menang
Kini keduanya sedang menari-nari di atas pusara sua.
Delusi tidak lagi bisa bermain-main dalam imajinasi,
Karena ia sudah dihukum mati.
Tangis memanglah tak terdengar, namun isak terasa sangat memilukan.
Mungkin karena raga dan mata sudah lelah melihat sukma tergores dan tersayat.
Harapan tak lagi mampu berharap, karena mimpi telah jatuh dan tersungkur.
Dunia terasa berputar menuju masa lalu.
Ingatan tentang manusia dan segala tingkahnya terasa lagi.
Bahkan kali ini semakin menyakitkan.
Janji hanyalah sebatas ucapan bagiku sekarang.
Toleransi tak lagi mau menerima keadaan.
Semuanya sudah lelah.
Namun, yang ditunggu tidak pernah tahu.