Salam
Dan aku datang
Membawa beban makin panjang
Denganmu yang datang menjemput namun tanpa sambutan
Kita menjadi tidak saling mengenal sekali lagi
Entah bagaimana terjadi
Atau rasa siapa yang sedang mati
Aku ingin banyak mengambil gambar kita berdua
Dan menunjukkan pada dunia kalau kau adalah milikku
Berjalan sembari menggandeng tangan kuatmu,
Juga ingin bersandar di pundakmu,
Yang aku sendiri tidak tahu beban apa yang harus kau bawa
Aku ingin menggila di depanmu tanpa sungkan
Tapi ternyata kau enggan dengan semua itu
Dan bodohnya aku,
Aku masih saja rela menahan sakit agar kau tetap nyaman
Takdir mengejek sambil tertawa terbahak :
"Hahaha, sudah dibilang kau jangan iri dengan mereka!!!
Masih saja ngeyel.!
Hidupmu dari dulu memang nasibnya seperti itu,
Dan ke depannya akan terus seperti itu.
Tidak usah mimpi yang muluk-muluk
Dasar tidak tahu diri!
Sudah mau mati saja masih bermimpi untuk bahagia
Dan aku hanya tertunduk
Ah, memangnya aku ingin berharap yang seperti apa lagi...