Kamis, 02 September 2021

UNAPPRECIATED

Prolog
Halo, namaku Una. Salam kenal. 
Podcast yang berjudul “unappreciated” 
ini aku dedikasikan untuk setiap jiwa 
yang sendiri. 


Aku berterima kasih kepada kalian 
yang telah berjuang. 
Aku berterima kasih untuk setiap senyum 
yang merekah setelah badai. 


Dan aku berterimakasih untuk setiap pasang telinga 
yang mendengarkan podcast ini.


Untuk link, bisa diakses di: 
https://bit.ly/unappreciatedpodcast 

Jumat, 17 Juli 2020

Salam 

Pesta Pemakaman


Pesta

Umumnya semua bersuka

Namun pesta yang tergelar adalah pesta duka

Kali ini, saat ini,

Manusia mengalami kehilangan


Pesta pemakaman kembali berlangsung

Nyawa-nyawa yang tak lagi bertahan akhirnya berpulang

Meninggalkan apa yg seharusnya dan tak seharusnya ditinggalkan

Yang hidup hanya bisa saling menyalahkan


Dunia kembali mengadakan pesta pemakaman

Tak peduli berapa air mata dan keringat yang tertumpah

Pesta pemakaman, pesta perpisahan

Dunia lagi-lagi mengurangi bebannya


Ini bukan konspirasi, juga bukan afirmasi

Hanya sebuah catatan akhir tahun kemarin

Lembaran pada awal tahun yang sangat berat

Dan pesta pemakaman terjadi lagi

Membuat manusia menunjukkan sifat mereka pada peraturan


Apakah tahun ini tahun pesta pemakaman?

Selasa, 07 April 2020

Topeng

Aku bukanlah aku. 
Yang terlihat adalah bagian terluarku.
Topeng ini sudah terlalu tebal 
Dan berat

Topeng adalah wujud dari eksistensi manusia
Mencari muka baru atau sudah enggan menampakkan sosok nyata yang takut
Kalau sosoknya sendiri nampak menyedihkan

Kugunakan topeng ternyata sudah selama ini
Bahkan sebelum bertemu denganmu
Dan sepertinya topeng ini sangat sulit terlepas
Menancap kuat
Membuat jati diri berbeda
Membuat stigma yang selalu sama

Seperti yang kau selalu katakan,
“Mati saja.” 
Ah, bila bunuh diri itu tidaklah berdosa
Sudah dari dulu kupaksa topeng ini lepas, bngst!
Bahkan aku yg kau bilang ‘murahan’ ini sudah muak!
Kau pikir menjadi bukan dirimu sendiri di depan orang banyak tidak capek? 
Ha?!

Selasa, 17 Desember 2019


Selamat!
Ego dan gengsi telah menang 
Kini keduanya sedang menari-nari di atas pusara sua.
Delusi tidak lagi bisa bermain-main dalam imajinasi, 
Karena ia sudah dihukum mati.

Tangis memanglah tak terdengar, namun isak terasa sangat memilukan.
Mungkin karena raga dan mata sudah lelah melihat sukma tergores dan tersayat.
Harapan tak lagi mampu berharap, karena mimpi telah jatuh dan tersungkur.
Dunia terasa berputar menuju masa lalu. 
Ingatan tentang manusia dan segala tingkahnya terasa lagi. 
Bahkan kali ini semakin menyakitkan. 

Janji hanyalah sebatas ucapan bagiku sekarang. 
Toleransi tak lagi mau menerima keadaan.
Semuanya sudah lelah. 

Namun, yang ditunggu tidak pernah tahu.

Kamis, 03 Oktober 2019

Salam

Dan aku datang
Membawa beban makin panjang
Denganmu yang datang menjemput namun tanpa sambutan

Kita menjadi tidak saling mengenal sekali lagi
Entah bagaimana terjadi
Atau rasa siapa yang sedang mati

Aku ingin banyak mengambil gambar kita berdua
Dan menunjukkan pada dunia kalau kau adalah milikku
Berjalan sembari menggandeng tangan kuatmu,
Juga ingin bersandar di pundakmu,
Yang aku sendiri tidak tahu beban apa yang harus kau bawa

Aku ingin menggila di depanmu tanpa sungkan
Tapi ternyata kau enggan dengan semua itu
Dan bodohnya aku,
Aku masih saja rela menahan sakit agar kau tetap nyaman

Takdir mengejek sambil tertawa terbahak :
"Hahaha, sudah dibilang kau jangan iri dengan mereka!!!
Masih saja ngeyel.!
Hidupmu dari dulu memang nasibnya seperti itu,
Dan ke depannya akan terus seperti itu.
Tidak usah mimpi yang muluk-muluk
Dasar tidak tahu diri!
Sudah mau mati saja masih bermimpi untuk bahagia

Dan aku hanya tertunduk

Ah, memangnya aku ingin berharap yang seperti apa lagi...

Kamis, 06 Juni 2019

Salam
Hitam dan kelam hampir sama. namun kelam terasa lebih menyesakkan dan menyesatkan.
Jangan kau kira semuanya akan baik saja.
ada begitu banyak ketakutan akan kelam datang, terutama saat kau sendiri dan saat kau sakit hati.
Kelam datang dengan terasa begitu cepat.
Bulan pun punya kelam-nya tersendiri. Ia tak mampu terang tanpa surya, dan bila surya sedang nampak, bulan hanya bisa menjadi titik mati.

Kelam, saat ini aku datang kepadamu.

Rabu, 01 Juni 2016

SALAM

Pertemuan memang tak selalu indah. Bahkan dapat menjadi suatu kejadian yang sangat ingin kau hindari.

Pertemuan dengannya adalah salah satunya.
Awal pertemuan memang selalu menyenangkan karena dapat mengenal pribadinya lebih dekat. Semua terasa indah. 

Namun, kuperingatkan!!!
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan! dan yang namanya perpisahan itu menyakitkan. Apalagi tanpa keterangsn yang jelas. Kau akan merasakan sakit yang luar biasa.
Sudah terlanjur merasa nyaman dan tiba-tiba jauh bagaikan tak pernah kenal. 
 Sulit? Tentu saja.
 Sakit? Pasti.
 Namun jangan khawatir, kau akan terbiasa. Bahkan kau akan bisa membalas dendam padanya.
Masuk diam-diam kekehidupannya, beri sedikit ancaman-ancaman kecil, teror secara perlahan, kemudian tinggalkan dia saat dia merasa bingung dan ketakutan karena telah lukaimu. 

Jadi jangan terlalu meratapi semua yang telah berlalu. berterimaksihlah padanya karena pernah buatmu tersenyum diam-diam. juga berterimakasihlah karena dia secara tak langsung ajarimu bagaimana bertahan.